Author: admin
JADWAL FESTIVAL TAHUNAN MUSEUM MPU TANTULAR
SAKSIKANLAH PERGELARAN KESENIAN BANTENGAN PADA HARI JUMAT 25 NOVEMBER 2011 Pukul 09.00 - 11.00 WIB
| JADWAL FESTIVAL TANTULAR 2011 | |||
| No | Hari/Tgl | Jam | Kegiatan |
| 1 | Rabu | 09.00 - 11.00 | Pembukaan Festival |
| 23 Nov. 2011 | Peninjauan Stand Pameran dan Pasar Seni | ||
| Tari Pembukaan | |||
| Pembacaan Do'a | |||
| Laporan Ketua Panitia | |||
| Sambutan Kepala Dinas | |||
| 11.00 - 15.00 | Kesenian Reog Ponorogo | ||
| 19.00 - 23.00 | Kesenian Campur Sari | ||
| 2 | Kamis | 09.00 -12.00 | Seminar " Bedah Lontar Sutasoma " Karya Mpu Tantular |
| 24 Nov. 2011 | - Narasumber : | ||
| 1. Museum Gedung Kertya Bali | |||
| 2. UNESA | |||
| Peragaan Membaca Dan Menulis Lontar | |||
| 09.00 - 15.00 | Gelar Seni Pelajar | ||
| 19.00 - 23.00 | Kesenian Uyon - uyon | ||
| 3 | Jum'at | 08.00 - 11.00 | Gelar Seni Pelajar |
| 25 Nov. 2011 | 13.00 - 15.00 | Kesenian Bntengan | |
| 19.00 - 23.00 | Kesenian Kentrung Fungky | ||
| 4 | Sabtu | 09.00 - 13.00 | Peragaan Membatik Masal Untuk Pelajar |
| 26 Nov. 2011 | Permainan Tradisional | ||
| - Lomba Dakon - Lomba Egrang | |||
| - Lomba Teklek Panjang - Lomba Bekel | |||
| 19.00 - selesai | Pergelaran Wayang Kulit | ||
SAKSIKANLAH PERGELARAN KESENIAN REOG PONOROGO PADA HARI RABU 23 NOVEMBER 2011 Pukul 11.00 - 15.00 WIB
SAKSIKANLAH PERGELARAN KESENIAN WAYANG KULIT PADA HARI SABTU 26 NOVEMBER 2011 Pukul 19.00 - Selesai
PERGELARAN DAN PAMERAN BERSAMA MUSEUM DAERAH
WORO..WORO..!!!
KEGIATAN MUSEUM MPU TANTULAR 2011
** Monggo Poro Sedulur JATIM,Museum Negeri Mpu Tantular akan Mengadakan Pergelaran Kesenian Tradisional Wayang Krucil Dari Bojonegoro dengan Lakon RADEN BANJARAN WINISUDO, Pada Tanggal 23 September 2011 Jam 20.00.Wib..GRATISSS...!!! Berlokasi di JL.Raya Buduran-Sidoarjo..
** Kunjungilah...!!! Di Alun-Alun MADIUN Museum Negeri Mpu Tantular akan Mengadakan Pameran Layanan Publik tentang Koleksi Benda Cagar Budaya..Pada Tanggal 28 s/d 1 Oktober 2011..
** Ojok Lali...!!! Dulur Bojonegoro... Museum Negeri Mpu Tantular juga akan Mengadakan Pameran Di Gedung Serba Guna Bojonegoro,yaitu Pameran Benda Bersejarah Koleksi Museum Negeri Mpu Tantular..!!!
Arkeologika
Adalah koleksi yang merupakan hasil budaya masa lampau yang menjadi obyek penelitian arkeologi. Koleksi yang dipamerkan adalah :- Hasil teknologi masa prasejarah mulai dari masa Paleolithik berupa kapak genggam, masa Neolithik berupa kapak persegi dan masa perundagian berupa kapak perunggu, surya stambha, nekara, patung gajah dan manik-manik.
- Peninggalan masa Hindu - Budha (abad VIII M s/d XIV) berupa: Prasasti batu dan tembaga masa kerajaan Kediri dan Majapahit seperti prasasti loceret, prasasti Adan-adan, prasasti Sukun dan prasasti Rameswarapura, patung pantheon Budha dari perunggu, patung Durga Mahesasuramardini, Ganesa dan Nandi yang dibuat dari batu andesit dan alat upacara tradisional, yang dibuat dari perunggu.
Koleksi Arkeologika:
ARCA PRIMITIF

Keterangan:
Dibuat dari batu kali yang relatif porus, berwarna kecoklatan. Menggambarkan manusia yang mempunyai dua tangan namun tidak terlihat kakinya. Bagian kepala sudah sangat aus sehingga tidak terlihat bentuk mata dan bibirnya. Patung-patung primitif sejenis ini biasanya merupakan penggambaran nenek moyang dan berasal dari masa prasejarah ( tradisi megalithik ). Pemujaan kepada nenek moyang mererupakan kepercayaan yang sifatnya universal.
BATU AMBANG PINTU MASUK CANDI

Keterangan:
Merupakan fragmen ambang pintu masuk bangunan suci. Pada kiri dan kananya dihiasi motif kala. Kala adalah raksasa pengusir roh / pengaruh jahat yang akan measuk ke bangunan suci. Bagian tengah dihiasi motif pelipit bertingkat, tepat di tengah bawah terdapat angka tahun berhuruf jawa kuno.
Makara

Keterangan:
Dibuat andesit, bagian ujung makara sudah hilang. Menggambarkan stiliran perpaduan antara singa, naga dan gajah. Makara adalah binatang ciptaan manusia ( sejenis monster ) yang bertujuan untuk mengusir segala bentuk roh jahat agar tidak masuk ke bangunan suci. Selain itu makara juga dianggap sebagai simbol dunia bawah dan air. Dalam suatu bangunan suci makara diletakkan diambang pintu candi sebagai hiasan pipi tangga atau di relung candi.
































